Sab. Mei 28th, 2022

Puluhan pimpinan Syuriyah dan Tanfidziyah dari 27 Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) seluruh Indonesia, mendatangi Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar. Selain menyatakan mendukung Rais Aam, mereka juga menegaskan siap menjadi peserta dalam muktamar NU ke 34 pada tanggal 17 Desember 2021 di Lampung mendatang. Mereka diterima Rais Aam, Senin (29/11/2021) di kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164 Jakarta Pusat.

Mereka berasal dari PWNU Jawa Timur, Jawa Tengah,Yogyakarta, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan. Lalu Kalimantan Barat, Bali, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara dan Papua Barat. Tampil sebagai juru bicara rombongan adalah Katib Syuriyah PWNU Jawa Timur, KH Syafruddin.

Ketua Panitia Daerah Muktamar NU di Lampung dan sekaligus Ketua NU Lampung, Prof. Dr. KH. Moh Mukri menyatakan, bahwa sejak tahun 2020, PWNU Lampung sudah siap menjadi tuan rumah dan menyiapkan segala daya dukung dan fasilitas untuk menyelenggrakan muktamar. “Terkait pelaksanaan Muktamar NU di Lampung, dari tahun 2020 saja kami siap menjadi tuan rumah," katanya. "Apalagi tahun 2021. Tentu dengan tetap menerapkan prokes sesuai aturan pemerintah. Setelah pemerintah memberlakukan PPKM Level 3, kami selaku Panitia Daerah sekaligus Pimpinan Wilayah NU bersama 27 Wilayah Provinsi, siap mendukung dan melaksanakan Muktamar NU ke 34 pada 17 19 Desember 2021 sesuai instruksi Rais Aam PBNU,” papar Prof. Mukri yang juga Rektor UIN Lampung.

Bahkan, lanjutnya, sebelum ada pertemuan dengan para Pimpinan Wilayah NU hari ini, Panitia Daerah sudah memantapkan kordinasi. “Hasil koordinasi terakhir dengan Kapolda, Danrem, dan Gubernur Lampung, semuanya menyatakan Siap. Termasuk Gubernur Lampung yang sudah menyiapkan dukungan sarana, fasilitas, maupun pendanaan," tegasnya. Mantan Ketua PW GP Ansor Lampung ini menampik adanya berbagai spekukasi, seakan pelaksanaan Muktamar NU ke 34 mustahil dilakukan di Lampung.

"Seluruh fasilitas penginapan di sejumlah hotel, maupun pelaksanaan muktamar, baik pembukaan, persidangan, maupun penutupan, kami tegaskan sangat siap untuk menyukseskan muktamar," Prof Mukri menegaskan. Sementara itu dalam pertemuan ini juga hadir tiga kiai muda mewakili tiga pesantren berpengaruh di Jawa Timur. Dia adalah Gus Muhammad Abdurahman Al Kautsar; dari Pesantren Ploso; kemudian Gus Kholil Nawawi dari Pesantren Sidogiri; serta Gus Athoillah Sholahuddin Anwar dari Pesantren Lirboyo

Ketiga kiai muda ini datang bersamaan pengurus NU dari 27 wilayah untuk bertemu Rois Aam. Ketiga Gus ini lantas menyerahkan surat dukungan kepada Rois Aam yang telah ditandatangani oleh orang tua mereka yakni KH Nurul Huda Djazuli dari Ploso; kemudian KH Fuad Nur Hasan, Pengasuh Pesantren Sidogiri dan KH Anwar Mansyur, Pengasuh Pesantren Lirboyo. Menanggapi kedatangan para pimpinan NU dari berbagai wilayah, Rais Aam memberi jawaban yang melegakan mereka.

Ketua PWNU Sumatera Selatan, H Amiruddin Nahrawi saar dikonfirmasi wartawan mengatakan, Rais Aam menegaskan muktamar harus dilaksanakan 17 Desember 2021. "Beliau mengatakan bahwa muktamar tetap harua diselenggarakan tanggal 17 Desember 2021. Itu persia Surat Perintah Rais Aam yang ditujukan kepada Panitia Muktamat beberapa hari lalu," kata H Amiruddin mengutip Kiai Miftachul Akhyar. Selain itu, lanjut H Amiruddin, Rais juga mengingatkan agar mukatamar dilaksanakan sesuai dengan aturan.

"Beliau ingatkan, ini harus sesuai aturan, tidak menabrak AD/ART, penuh kedamaian dan persaudaraan," katanya. (*)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.